Subscribe to Educational Blog
free counters
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah, tentunya kita sebagai masyarakat Sulawesi telah faham bagaimana kerajaan - kerajaan besar kita dulu di hembuskan Hasud agar terjadi perang saudara di antara mereka sehingga perselisihan dapat menjadi celah dalam menggoyang kekuasaan kerajaan - kerajaan besar tersebut.

Secara bahasa hasud adalah iri dengki, adapun secara istilah yaitu mengharapkan hilangnya kenikmatan yang dimiliki orang lain; baik dalam ilmu, harta benda ataupun ibadah, serta hal-hal lain yang membawa kebahagiaan pada orang yang tersebut.

Tanpa disadari sifat hasud merupakan dampak dari kekikiran, suatu sifat yang ada dalam diri seseorang untuk tidak ingin berbagi dan menyalurkan rezeki pemberian Allah yang dimiliki kepada sesamanya. Orang yang hasud adalah mereka yang tidak rela terhadap seseorang yang mendapatkan nikmat dari Allah SWT, baik berupa harta, ilmu, kekuasaan, ataupun pujian dan sanjungan. Oleh karena itu, ia selalu berharap kepada orang lain untuk tidak mendapatkanya, walaupun nikmat itu juga tidak jatuh kepada dirinya.

Tak pelak Hasud tersebut berhasil dalam mempengaruhi kerajaan - kerajaan terdahulu untuk saling bertikai dan saling menghancurkan antara satu dan yang lainnya, beralih kedalam karakter kampanye yang tergolong negatif dalam dunia perpolitikan di Indonesia antara lain:

1.Iklan penyerangan
2.Kampanye menjual ketakutan
3.Propaganda jajak pendapat
4.Kampanye fitnah
5.Menindas pemilih

BLACK CAMPAIGN menjadi pilihan dalam melakukan serangan "downgrade" terhadap lawan politik yang notabene merupakan buah dari sifat HASUD dengan dasar ketidak syukuran atas pencapaian yang diperoleh orang lain sehingga menghalalkan segala cara dalam memperoleh kenikmatan yang di rangkup oleh orang lain dengan fitnah - fitnah negatif dan memudarkan keberhasilan seseorang yang justru sebenarnya patut untuk di syukuri lalu disertai dengan paradigma Hiperbola yang ditanamkan sehingga mereka merasa lebih sanggup melakukan pencapaian tersebut yang belum tentu akan terealisasi.

Pada akhirnya kampanye negatif menyiratkan sifat ambisius yang berlebihan seseorang dengan melupakan etika ketimuran bangsa kita yang di kenal santun, bahkan berhasil membentuk paradigma negatif terhadap orang lain dan tanpa menyadari bahwa itu merupakan perbuatan tercela "sebaik - baik manusia adalah memiliki manfaat yang besar bagi orang lain" bukan malah sebaliknya kufur nikmat atas keberhasilan orang lain. Tak ada tendensius atas artikel ini karena saya telah mengetahui persis siapa pemimpin yang pantas saya banggakan, hanya sebagai coretan kepada sahabat agar mawas dalam bentukan paradigma negatif atas orang lain. Persaudaraan abadi tidak dapat digoyahkan oleh "PIL"..., PILpres, PILgub, PILwali, PILbub ataupun PIL yang lain. Baca Artikel Lainnya :Kata-kata Bijak::Tentang Cinta::Dunia Kampus::Konten Islami

Educational Blogger

"TENTANG PENULIS" Copyright www.kabar.50webs.com


Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan ini pada BLOG ataupun WEBSITE milik anda tanpa dikenakan biaya alias GRATIS selama :1. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan.2. Anda harus mencantumkan 'tentang penulis' di bagian bawah artikel, dan memuat link aktif menuju www.kabar.50webs.com atau Fadli Jabir





You can leave a response, or trackback from your own site.
Ciri Comment yang baik : No Broken Link | Max 150 karakter huruf | 3 karakter smile icon | No Referals link | 1 link page source | Bahasa yang mudah dimengerti | No Spam and Pornography | ----Update Filter comment berlaku---- | Terimakasih

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner


News Updates & Informations

Copy this code and drop on your web or blog page
Join to Our Pages Community on Google
Google+